Argumen, Metode, dan Doa Sidang Skripsi yang Menutup Bab, Membuka Masa Depan

Dua hari yang mengubah segalanya di Martapura

Martapura Kalimantan Selatan — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Hijrah Martapura melaksanakan sidang skripsi bagi mahasiswa semester akhir pada Rabu dan Kamis 14 hingga 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda penting pada penghujung perjalanan studi, sekaligus ruang resmi untuk memastikan karya ilmiah lahir dengan mutu dan tanggung jawab akademik.

Dari pagi hingga petang ruang sidang menjadi ruang pembuktian

Sidang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA sampai 17.00 WITA dan dipusatkan di ruang Kantor STIT Darul Hijrah. Selama dua hari, suasana akademik terasa hangat namun tegas, tertib namun hidup, karena setiap presentasi membawa kisah kerja sunyi yang akhirnya menemukan panggungnya.

Sebelas langkah menuju satu kata selesai

Sebanyak 11 mahasiswa dan mahasiswi mengikuti sidang skripsi pada agenda ini. Seluruh peserta mampu melalui sesi presentasi dan tanya jawab, termasuk pertanyaan penguji yang bersifat pendalaman. Pada akhirnya, tiap jawaban menjadi jembatan yang menuntun mereka melangkah dari naskah ke pengakuan akademik.

Sidang skripsi sebagai janji ilmiah yang ditunaikan

Sidang skripsi adalah forum akademik formal ketika mahasiswa mempertanggungjawabkan penelitian yang telah disusun. Pada momen ini, yang diuji bukan hanya tulisan, melainkan ketepatan metode, kekuatan data, benang merah teori, serta kelurusan nalar yang menuntun kesimpulan. Di ruang sidang, ilmu tidak hanya dibaca, tetapi dipertanggungjawabkan dengan kepala dingin dan hati yang jujur.

Memilih topik adalah memilih arah dan itu tidak selalu mudah

Perjalanan skripsi kerap dimulai dari pertanyaan sederhana yang kemudian menuntut jawaban yang sangat terukur. Mahasiswa biasanya bergulat menentukan topik yang relevan, menyusun latar belakang yang kuat, merapikan rumusan masalah agar fokus, serta menautkan teori dengan konteks. Di tahap ini, banyak yang belajar bahwa ide yang baik perlu disiplin, dan fokus adalah bentuk keberanian.

Data menuntut ketelitian dan lapangan sering memberi kejutan

Tantangan lain muncul ketika metode bertemu kenyataan. Ada yang berhadapan dengan keterbatasan akses data, penyesuaian jadwal, dinamika narasumber, atau kondisi lapangan yang tidak selalu ideal. Pada fase ini, skripsi mengajarkan ketekunan yang paling nyata, mencatat dengan rapi, menimbang dengan hati hati, dan menjaga etika penelitian meski waktu terasa sempit.

Revisi demi revisi adalah sekolah kesabaran

Menulis skripsi bukan sekadar merangkai kalimat, tetapi menyusun argumen agar tegak berdiri. Mahasiswa sering melewati fase panjang ketika bab demi bab dipoles, pembahasan dipertajam, kesimpulan diselaraskan dengan temuan, dan format disesuaikan dengan pedoman. Revisi berulang mungkin melelahkan, tetapi di sanalah keteguhan lahir, karena naskah yang matang biasanya tumbuh dari kesediaan untuk terus memperbaiki.

Menjawab penguji adalah seni menjaga tenang di tengah degup

Di ruang sidang, tantangan berubah bentuk menjadi pertanyaan yang meminta ketepatan dan kejernihan. Mahasiswa dituntut menjelaskan alasan memilih teori, mempertanggungjawabkan metode, mengakui keterbatasan penelitian, dan menjabarkan implikasi temuan dengan runtut. Gugup adalah manusiawi, namun keberanian untuk menjawab dengan jujur dan terarah adalah kemenangan kecil yang terasa besar.

Tradisi ilmiah yang menjaga mutu dan membesarkan jiwa akademik

Sidang skripsi bukan formalitas belaka. Ia adalah tradisi ilmiah yang memberi ruang kritik agar karya menjadi lebih kuat. Pertanyaan penguji hadir untuk mematangkan nalar, merapikan logika, dan memastikan penelitian berdiri di atas landasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selamat untuk bab yang selesai dan doa untuk bab yang baru

Selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang telah menuntaskan sidang skripsi pada 14 hingga 15 Januari 2026. Semoga capaian ini menjadi awal yang lebih luas untuk melanjutkan studi, mengabdi di masyarakat, dan berkarya dengan ilmu yang bermanfaat. Semoga Allah SWT memudahkan langkah, melapangkan rezeki, menjaga hati dalam integritas, dan menjadikan masa depan kalian seterang niat baik yang kalian bawa Aamiin.

Scroll to Top