Menembus Rawa, Menenun Masa Depan: Mahasiswa Belajar Ekonomi Kreatif di Galeri Kembang Ilung Amuntai

Kunjungan Edukatif Mahasiswa STIT Darul Hijrah ke Amuntai

Amuntai, 9 April 2026 — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah Martapura melaksanakan kunjungan edukatif ke Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Kebangsentralan dan Otoritas Jasa Keuangan yang dibimbing oleh Ust. H. Antung Tamin Rahman, S.Pt., M.Si.

Kunjungan Mahasiswa STIT Darul Hijrah ke Galeri Kembang Ilung Amuntai ini bertujuan untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa diajak memahami bagaimana ekonomi kreatif berkembang dari potensi lokal.


Lokasi Unik: Galeri di Tengah Ekosistem Rawa

Galeri Kembang Ilung terletak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Amuntai dan dapat diakses melalui titian kayu yang membelah kawasan rawa. Lokasi ini menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan autentik.

Dengan lingkungan yang khas, galeri ini tidak hanya menjadi pusat produksi kerajinan, tetapi juga destinasi wisata edukasi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi geografis dapat diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi produktif.


Inovasi Kerajinan Berbasis Eceng Gondok dan Purun

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan lengkap mengenai bahan baku utama, yaitu eceng gondok (ilung) dan purun. Kedua bahan ini diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi seperti tas, mebel, dan aksesoris rumah tangga.

Proses produksi dijelaskan secara rinci, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi produk siap jual. Dengan demikian, mahasiswa memahami bahwa inovasi produk dapat lahir dari sumber daya sederhana yang dikelola secara kreatif.


Kisah Inspiratif: Dari Modal Terbatas Menuju Kesuksesan

Pengelola galeri juga membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia menjelaskan bagaimana keterbatasan modal tidak menjadi penghalang untuk berkembang.

Selain itu, berbagai tantangan usaha turut dipaparkan, mulai dari produksi hingga pemasaran. Oleh karena itu, mahasiswa memperoleh wawasan bahwa keberhasilan usaha memerlukan ketekunan, strategi, dan kemampuan beradaptasi.


Strategi Pemasaran Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas

Mahasiswa juga mempelajari strategi pemasaran yang diterapkan dalam memasarkan produk kerajinan. Metode yang digunakan mencakup pemasaran langsung hingga pemanfaatan jaringan yang lebih luas.

Dengan memahami strategi ini, mahasiswa dapat melihat pentingnya inovasi dalam promosi. Tidak hanya produk yang berkualitas, tetapi juga cara penyampaian kepada konsumen menjadi kunci keberhasilan usaha.


Harapan dan Dampak Pembelajaran bagi Mahasiswa

Di akhir kegiatan, pengelola galeri menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu mengembangkan ilmu yang diperoleh menjadi peluang usaha di masa depan.

Kunjungan Mahasiswa STIT Darul Hijrah ke Galeri Kembang Ilung Amuntai ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Selain itu, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami integrasi antara pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.


Kesimpulan: Belajar dari Kearifan Lokal

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung implementasinya di lapangan.

Dengan demikian, kunjungan ini menegaskan bahwa potensi lokal seperti eceng gondok dan purun dapat menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, masa depan dapat dibangun dari akar tradisi yang sederhana namun penuh nilai.

Scroll to Top