Perkuat Kerja Sama Melalui Benchmarking dan Penandatanganan MoU
Martapura, 13 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah Martapura menerima kunjungan akademik dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarlembaga melalui agenda benchmarking, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), serta diskusi strategis mengenai pembukaan program studi baru.
Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Benchmarking untuk Meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi
Benchmarking menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan STAI Kuala Kapuas ke STIT Darul Hijrah Martapura. Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi saling bertukar informasi, pengalaman, serta praktik baik dalam pengembangan kelembagaan.
Selain memperkuat hubungan antarinstitusi, benchmarking juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kedua perguruan tinggi dapat saling mendukung dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Berbagi Strategi Sukses Membuka Program Studi Baru
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIT Darul Hijrah Martapura, Ust. Awad, M.A., menyampaikan materi bertajuk “Strategi dan Kiat Sukses Melewati Proses Verifikasi Lapangan Pembukaan Program Studi Baru.”
Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan membuka program studi baru tidak diperoleh secara instan. Sebaliknya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang, kerja sama seluruh sivitas akademika, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas institusi.
Pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi STAI Kuala Kapuas dalam mempersiapkan proses pembukaan program studi baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Persiapan Borang Menjadi Kunci Keberhasilan
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya mempersiapkan dokumen usulan atau borang secara lengkap, sistematis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Menurut Ust. Awad, kualitas dokumen menjadi cerminan kesiapan perguruan tinggi dalam menyelenggarakan program studi baru. Oleh karena itu, seluruh dokumen pendukung harus disusun secara teliti sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan verifikasi lapangan.
Membuka Program Studi Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat
Selain aspek administrasi, STIT Darul Hijrah Martapura juga menekankan pentingnya melakukan analisis terhadap kebutuhan dan minat masyarakat.
Program studi yang dibuka hendaknya mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memenuhi kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan umat.
Penguatan Mutu Internal Menjadi Fondasi Pengembangan
Lebih lanjut, Ust. Awad, M.A. menjelaskan bahwa peningkatan kualitas internal merupakan fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi.
Kurikulum, sumber daya manusia, tata kelola, sarana prasarana, hingga budaya akademik perlu terus ditingkatkan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan mampu memenuhi capaian pembelajaran serta mencerminkan visi dan misi institusi.
Karakter Santri Menjadi Identitas Lulusan STIT Darul Hijrah
Sebagai perguruan tinggi yang berbasis pesantren, STIT Darul Hijrah Martapura memiliki komitmen kuat dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami.
Ust. Awad berharap setiap mahasiswa yang lulus mampu membawa nilai-nilai kepesantrenan, memiliki akhlak mulia, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Karakter inilah yang menjadi salah satu identitas utama lulusan STIT Darul Hijrah Martapura.
Kerapian Data Mendukung Kelancaran Verifikasi Lapangan
Pada kesempatan yang sama, beliau juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan serta merapikan seluruh data akademik dan administrasi.
Data yang tertata dengan baik akan mempermudah proses verifikasi lapangan sekaligus menunjukkan profesionalisme tata kelola perguruan tinggi. Oleh sebab itu, kesiapan administrasi harus menjadi perhatian seluruh unsur institusi.
Penandatanganan MoU Perkuat Komitmen Kolaborasi
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)antara STIT Darul Hijrah Martapura dan STAI Kuala Kapuas. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen kedua institusi untuk membangun kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
Setelah prosesi penandatanganan selesai, seluruh peserta melaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan hubungan antarlembaga.
Harapan untuk Kemajuan Pendidikan Islam Indonesia
Melalui benchmarking dan kerja sama ini, STIT Darul Hijrah Martapura serta STAI Kuala Kapuas berharap dapat terus menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam.
Semoga sinergi yang telah terjalin mampu melahirkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.








