STIT Darul Hijrah Martapura Resmi Jalin Kemitraan Strategis dengan Tarim Islamic University Yaman
Martapura, 31 Juli 2026 – STIT Darul Hijrah Martapura kembali menorehkan langkah penting dalam pengembangan pendidikan Islam. Perguruan tinggi ini resmi menjalin kerja sama dengan Tarim Islamic University, Republik Yaman, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan berlangsung di Ruang Pimpinan Pondok Darul Hijrah Cindai Alus Martapura.
Momentum tersebut bertepatan dengan kunjungan dua ulama terkemuka dari Kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Oleh karena itu, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini juga menjadi simbol eratnya hubungan keilmuan antara Indonesia dan Yaman.
Rombongan disambut langsung oleh K.H. Muhammad Nasrul Mahmudi dan K.H. Abdul Qadir, S.H.I. Selain itu, jajaran pimpinan STIT Darul Hijrah serta Ikatan Alumni Ma’had Al-Aydrus Kalimantan Selatan turut mendampingi jalannya kegiatan.
Kunjungan Dua Ulama Tarim Membawa Semangat Penguatan Sanad Keilmuan
Kunjungan ini menghadirkan dua tokoh pendidikan Islam dari Tarim. Mereka adalah Dr. Abdullah bin Abdul Qadir Al-Aydrus, Muassis Tarim Islamic University sekaligus Pimpinan Ma’had Al-Aydrus Tarim. Hadir pula Prof. Dr. Muhammad bin Abdul Qadir Al-Aydrus, Muassis Tarim Islamic University sekaligus Pimpinan Darul Ghuroba Tarim.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh ukhuwah. Selain itu, para peserta berdiskusi mengenai pengembangan pendidikan Islam, tantangan akademik global, dan pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan.
Tidak hanya itu, pertemuan ini semakin mempererat hubungan antara Pondok Darul Hijrah dan Tarim. Hubungan tersebut telah terjalin sejak lama melalui para alumni yang menimba ilmu di berbagai lembaga pendidikan Islam di Tarim.
MoU Membuka Peluang Kolaborasi Akademik yang Lebih Luas
Agenda utama kegiatan adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STIT Darul Hijrah Martapura dan Tarim Islamic University.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan institusi. Dengan demikian, STIT Darul Hijrah semakin memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional.
MoU tersebut membuka berbagai peluang kolaborasi. Di antaranya adalah pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan seminar internasional.
Lebih lanjut, kedua institusi berkomitmen mengembangkan dakwah berbasis keilmuan yang moderat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Komitmen Membangun Generasi Berilmu dan Berdaya Saing Global
Kerja sama ini tidak hanya berbentuk dokumen kelembagaan. Sebaliknya, MoU menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersambung melalui sanad para ulama.
Tarim dikenal sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dunia. Dari kota tersebut lahir banyak ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam, termasuk di Nusantara. Karena itu, hubungan akademik dengan Tarim memiliki nilai historis dan strategis bagi STIT Darul Hijrah.
Melalui kolaborasi ini, STIT Darul Hijrah berharap mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, institusi juga ingin mencetak lulusan yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, dan siap berkontribusi di tingkat global.
Menutup Pertemuan dengan Doa dan Harapan Bersama
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh para masyayikh. Doa tersebut dipanjatkan agar kerja sama ini membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi kedua institusi.
Akhirnya, seluruh peserta berharap kemitraan ini dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat. Program tersebut diharapkan memperkuat pendidikan Islam, mempererat ukhuwah, serta memperluas kolaborasi internasional.
Sejalan dengan visi tersebut, STIT Darul Hijrah Martapura terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul. Institusi ini juga berupaya menjaga tradisi pesantren sambil membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pendidikan dunia.




