Menguatkan Tradisi Riset dan Pengabdian, LP2M Gelar Seminar Proposal Hibah APBD Kalsel 2026

Dari Gagasan Menuju Dampak: LP2M STIT Darul Hijrah Gelar Seminar Proposal Hibah APBD Kalsel 2026

Martapura – Kamis, 10 Agustus 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIT Darul Hijrah Martapura menggelar Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah APBD Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Agenda ini menjadi tahap lanjutan setelah dosen dan mahasiswa STIT Darul Hijrah Martapura berhasil lolos dalam seleksi hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Meneguhkan Budaya Akademik melalui Riset

Seminar proposal menjadi ruang bagi setiap tim untuk mempresentasikan rancangan program. Pada forum tersebut, peserta menjelaskan latar belakang, tujuan, metode, hingga target kegiatan.

Selain sebagai tahap akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi. Berbagai gagasan yang telah disusun dapat dikaji kembali agar lebih terarah dan memiliki dampak yang jelas bagi masyarakat.

Dengan demikian, LP2M terus mendorong pengembangan penelitian dan pengabdian yang tidak berhenti pada tataran konseptual. Setiap program diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Menelusuri Manuskrip dan Otoritas Keagamaan

Salah satu program penelitian mengangkat tema “Digitalisasi Manuskrip dan Transformasi Otoritas Keagamaan: Kajian Sosiologi Interpretatif terhadap Pemilik Manuskrip di Kalimantan Selatan.”

Tim dosen dalam program ini terdiri atas Ust. Awad, M.A., Mahridawati, M.Hum., dan Sukkan Arya Putra, M.Pd.Adapun unsur mahasiswa diwakili oleh Muhammad Yassin. Pemaparan proposal disampaikan langsung oleh Ust. Awad, M.A.

Kajian tersebut menyoroti hubungan antara digitalisasi manuskrip dan perubahan otoritas keagamaan. Lebih jauh, penelitian ini melihat posisi pemilik manuskrip dalam perkembangan pengetahuan keagamaan di Kalimantan Selatan.

Di tengah perkembangan teknologi, manuskrip tidak hanya dipandang sebagai dokumen sejarah. Warisan intelektual tersebut juga memiliki nilai sosial dan keagamaan yang penting untuk dikaji secara lebih mendalam.

Menghidupkan Kisah Al-Qur’an melalui Storytelling

Program selanjutnya membawa pendekatan kreatif melalui “Qur’anic Storytelling: Penguatan Kemampuan Memahami dan Menyampaikan Kisah-kisah Al-Qur’an secara Kreatif bagi Santri LKSA Putra Muhammadiyah Martapura.”

Tim pelaksana terdiri atas Ahmad Tsaqib, M.Ag., Sulthan, M.Ag., dan M. Noor Ashry, M.Ag. Sementara itu, mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Aqmal, Ahmad Syathiri, dan Rayhan Dhia Al Mujtama. Presentasi proposal disampaikan oleh Ust. Sulthan, M.Ag.

Pendekatan storytelling digunakan untuk membuat pembelajaran kisah-kisah Al-Qur’an lebih komunikatif. Melalui metode tersebut, santri diharapkan mampu memahami pesan yang terkandung dalam kisah Al-Qur’an secara lebih baik.

Tidak hanya memahami cerita, peserta juga diarahkan untuk mampu menyampaikan kembali kisah tersebut secara kreatif. Karena itu, program ini diharapkan dapat memperkuat literasi Al-Qur’an sekaligus keterampilan komunikasi santri.

Membentuk Lingkungan Bahasa Arab Berbasis AI

Inovasi berikutnya hadir melalui program “Pembentukan Bi’ah Lughawiyah Berbasis AI Melalui Kemah Bahasa Arab.”

Program tersebut melibatkan tiga dosen, yaitu Akhmat Sodikin, M.Pd., Mursyidatul Awaliyah, M.Pd., dan Sukkan Arya Putra, M.Pd. Tim mahasiswa terdiri atas Muhammad Nuh, Muhammad Herman Yusdanto, Muhammad Ilham Farid Husain, Jumiati, Reni Septyani Mangampa, Siti Hamidah, Abdul Hamid, Muhammad Setiawan, dan Muhammad Nizar Iqbaly. Adapun pemaparan proposal disampaikan oleh Ust. Sukkan Arya Putra, M.Pd.

Pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI menjadi salah satu unsur dalam pengembangan program ini. Kemah Bahasa Arab dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta menggunakan bahasa Arab secara aktif.

Di sisi lain, teknologi dapat mendukung variasi aktivitas pembelajaran. Oleh sebab itu, pembentukan bi’ah lughawiyahdiharapkan mampu menggabungkan praktik berbahasa dengan pemanfaatan teknologi secara tepat.

Menguatkan UMKM melalui Pembiayaan Syariah

Bidang ekonomi turut mendapat perhatian melalui penelitian “Pengaruh Pembiayaan Syariah pada Baitul Maal wa Tamwil (BMT) terhadap Perkembangan dan Ketahanan Usaha UMKM di Kabupaten Banjar, Martapura.”

Penelitian ini dikerjakan oleh Heri Irawan, M.E. dan Abdil Fadil Ridho, M.E., bersama mahasiswa Muhammad Zaid Setya dan Salzabila Azzah Amaliah. Pada seminar proposal, pemaparan disampaikan oleh Abdil Fadil Ridho, M.E.

Fokus penelitian diarahkan pada pengaruh pembiayaan syariah terhadap perkembangan dan ketahanan UMKM. Data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran BMT dalam mendukung keberlangsungan usaha masyarakat.

Lebih lanjut, hasil penelitian dapat menjadi bahan pengembangan kajian ekonomi syariah yang berkaitan dengan kondisi UMKM di Kabupaten Banjar dan Martapura.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa untuk Masyarakat

Pelaksanaan seminar proposal berlangsung dengan lancar. Setiap tim memperoleh kesempatan untuk menjelaskan arah penelitian maupun program pengabdian yang telah dirancang.

Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mengikuti proses akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam merancang program, menyusun penelitian, dan terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian.

Sementara itu, dosen berperan dalam memberikan arahan akademik dan memastikan setiap program memiliki landasan serta tujuan yang jelas. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun pengalaman riset dan pengabdian sejak berada di lingkungan perguruan tinggi.

Menjadikan Ilmu Lebih Dekat dengan Masyarakat

Hibah APBD Provinsi Kalimantan Selatan 2026 diharapkan menjadi momentum bagi STIT Darul Hijrah Martapura untuk memperkuat tradisi penelitian dan pengabdian. Capaian ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya akademik yang relevan.

Pada akhirnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk mengembangkan pengetahuan. Kehadiran kampus juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian.

Karena itu, STIT Darul Hijrah Martapura diharapkan terus menumbuhkan ekosistem akademik yang produktif dan berkelanjutan. Semangat penelitian perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial agar ilmu yang dikembangkan memiliki manfaat yang lebih luas.

Bagi pendidikan di Indonesia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Semoga semakin banyak penelitian dan pengabdian yang lahir dari kampus dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Scroll to Top