Menapaki Hijrah Ilmu, Menumbuhkan Akhlak, Mengukir Kontribusi
Sebanyak 97 mahasiswa baru memulai perjalanan akademik melalui PBAK STIT Darul Hijrah Martapura selama empat hari. Kegiatan ini mengusung tema “Berhijrah dengan Ilmu, Akhlak, dan Kontribusi” dan akan ditutup dengan Seminar Kebangsaan.
Martapura, Rabu, 26 Agustus 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah Martapura resmi membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi 97 mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik kampus. Selain itu, peserta mulai memahami nilai-nilai keislaman dan semangat pengabdian yang menjadi identitas kampus.
PBAK akan berlangsung selama empat hari. Sementara itu, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Seminar Kebangsaan sebagai puncak acara.
Menanamkan Budaya Akademik Sejak Hari Pertama
PBAK tahun ini mengusung tema “Berhijrah dengan Ilmu, Akhlak, dan Kontribusi.” Tema tersebut menggambarkan perjalanan mahasiswa menuju pribadi yang lebih matang. Ilmu menjadi petunjuk. Akhlak menjadi kemuliaan. Kontribusi menjadi bentuk nyata pengabdian kepada umat dan masyarakat.
Sejak hari pertama, peserta diperkenalkan pada sistem akademik kampus. Mereka juga mengenal kehidupan kemahasiswaan dan nilai-nilai dasar yang akan menjadi pedoman selama kuliah.
Ust. Awad, M.A. Menegaskan Empat Tahapan Budaya Akademik
Pembukaan PBAK dipimpin langsung oleh Ketua STIT Darul Hijrah Martapura, Ust. Awad, M.A. Beliau sekaligus membuka seluruh rangkaian kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa budaya akademik harus tumbuh sebagai kebiasaan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangunnya sejak hari pertama memasuki perguruan tinggi.
Menurut beliau, perguruan tinggi bukan hanya tempat menerima ilmu. Sebaliknya, kampus juga menjadi ruang untuk menghasilkan gagasan, menerapkannya, dan menyebarluaskan manfaatnya.
Beliau menjelaskan empat tahapan budaya akademik sebagai berikut.
-
Belajar sebagai pondasi memperoleh ilmu.
-
Produksi dengan melahirkan ide dan karya.
-
Implementasi melalui penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
-
Publikasi agar hasil pemikiran memberi manfaat lebih luas.
Selain itu, beliau mendorong mahasiswa untuk mulai berkarya sejak awal masa studi. Dengan demikian, budaya produksi ilmu dan publikasi dapat terus berkembang.
“Pembiasaan budaya belajar harus dijalankan agar produksi ilmu dan publikasi terus meningkat.”
Hijrah dari Siswa Menjadi Mahasiswa
Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan materi oleh Ustzh. Dr. Rafi’atun Najah Qamariah, M.Pd. Materi tersebut bertema “Hijrah dari Siswa ke Mahasiswa.”
Melalui sesi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan proses transformasi. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki pola pikir akademik yang matang.
Di samping itu, peserta memperoleh motivasi untuk mengembangkan potensi diri. Mereka didorong aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
Memahami Sistem Akademik dan Menjaga Etika Mahasiswa
Rangkaian hari pertama ditutup dengan materi oleh Ust. Lutpi Sahal, M.S.I. Beliau membawakan tema “Pengenalan Sistem Akademik, Kemahasiswaan, dan Kode Etik Mahasiswa.”
Materi tersebut membahas mekanisme perkuliahan, aturan akademik, serta hak dan kewajiban mahasiswa. Selain itu, peserta diingatkan tentang pentingnya menjaga etika sebagai bagian dari budaya kampus yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalani perkuliahan secara disiplin. Mereka juga diharapkan menjunjung tinggi integritas akademik.
97 Mahasiswa Baru Mengawali Perjalanan Bersama
PBAK Tahun Akademik 2026/2027 diikuti oleh 97 mahasiswa baru. Peserta berasal dari empat program studi, baik program reguler maupun reguler khusus.
Keberagaman program studi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan. Selanjutnya, kebersamaan itu diharapkan tumbuh selama proses pembelajaran di kampus.
Empat Hari Menyemai Asa, Seumur Hidup Menebar Manfaat
Hari pertama PBAK berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Suasana tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru dan seluruh civitas akademika.
Melalui rangkaian PBAK yang akan berakhir dengan Seminar Kebangsaan, STIT Darul Hijrah Martapura berharap setiap mahasiswa mampu menghayati makna hijrah. Mereka diharapkan terus belajar, membangun akhlak yang kokoh, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, serta bangsa.
Pada akhirnya, dengan dukungan para dosen dan seluruh civitas akademika, mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi generasi yang unggul secara intelektual. Mereka juga diharapkan kuat dalam nilai-nilai keislaman, produktif dalam berkarya, dan siap membawa manfaat di setiap langkah pengabdiannya.







