Resmi Dilantik, Pengurus BEM STIT Darul Hijrah Didorong Bangun Organisasi yang Solid dan Berdampak

Resmi Dilantik, Pengurus BEM STIT Darul Hijrah Martapura Periode 2026–2027

Martapura, 11 Agustus 2026 – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Darul Hijrah Martapura Periode 2026–2027 resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pelantikan berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di lingkungan kampus.

Pelantikan pengurus BEM bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi awal bagi pengurus baru untuk menjalankan amanah, menyusun program kerja, menyalurkan aspirasi mahasiswa, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan kampus yang aktif, kolaboratif, dan produktif.

 

Pelantikan BEM Menjadi Awal Kepemimpinan Baru

Pergantian kepengurusan BEM STIT Darul Hijrah Martapura Periode 2026–2027 menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa. Melalui proses ini, mahasiswa mendapatkan ruang untuk belajar mengelola organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

Pengurus yang telah dilantik diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Setiap bidang dalam organisasi perlu bekerja secara terkoordinasi agar seluruh program dapat berjalan sesuai tujuan.

BEM juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Selain itu, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama, serta kepedulian sosial.

Ketua STIT Darul Hijrah Martapura Bahas Pemikiran Auguste Comte

Dalam sambutannya, Ketua STIT Darul Hijrah Martapura, Ust. Awad, M.A., menyampaikan pemikiran Auguste Comte mengenai positivisme dan perkembangan pemikiran tentang masyarakat.

Auguste Comte dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sosiologi dan pengembangan positivisme. Positivisme menekankan pentingnya pengamatan, bukti empiris, dan penalaran ilmiah dalam memperoleh pengetahuan tentang masyarakat.

Menurut Ust. Awad, pemikiran Comte menjadi salah satu akar penting bagi perkembangan pemikiran struktural dan fungsional dalam memahami kehidupan sosial. Gagasan mengenai keteraturan sosial tersebut kemudian dikembangkan oleh sejumlah pemikir setelahnya, termasuk Herbert Spencer dan Émile Durkheim.

Perkembangan pemikiran tersebut pada akhirnya turut memengaruhi formulasi teori struktural-fungsional yang lebih sistematis melalui tokoh seperti Talcott Parsons.

Masyarakat Dipahami sebagai Sistem yang Saling Berkaitan

Salah satu gagasan penting yang disampaikan dalam sambutan tersebut berkaitan dengan analogi organisme.

Comte melihat masyarakat melalui analogi dengan organisme biologis. Tubuh manusia terdiri atas berbagai organ yang memiliki fungsi berbeda, tetapi setiap organ saling berhubungan dan berkontribusi terhadap keberlangsungan keseluruhan tubuh.

Demikian pula dengan masyarakat. Masyarakat terdiri atas berbagai bagian yang memiliki fungsi dan peran masing-masing. Setiap bagian saling berhubungan sehingga perubahan atau gangguan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Pemikiran tersebut memiliki relevansi dengan kehidupan organisasi mahasiswa. BEM juga merupakan sebuah sistem yang terdiri atas berbagai unsur dengan fungsi yang berbeda.

Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta setiap bidang memiliki tanggung jawab masing-masing. Namun, seluruh unsur tersebut harus bekerja secara terintegrasi untuk mencapai tujuan organisasi.

BEM Didorong Membangun Organisasi yang Solid

Dalam menjalankan kepengurusan selama satu periode, pengurus BEM STIT Darul Hijrah Martapura diharapkan tidak bekerja secara individual. Setiap pengurus perlu membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik.

Organisasi yang kuat tidak hanya bergantung pada kemampuan seorang pemimpin. Kekuatan organisasi juga ditentukan oleh kemampuan seluruh anggota dalam menjalankan fungsi masing-masing.

Karena itu, kepengurusan BEM periode 2026–2027 diharapkan mampu membangun budaya organisasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemanfaatan mahasiswa.

Program kerja yang disusun juga diharapkan tidak hanya berfokus pada banyaknya kegiatan. Setiap program perlu memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat bagi pengembangan mahasiswa.

Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Organisasi mahasiswa memiliki posisi penting dalam proses pembentukan pengalaman kepemimpinan. Melalui BEM, mahasiswa dapat belajar mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, mengelola kegiatan, membangun komunikasi, serta bekerja dalam sebuah tim.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa di luar ruang kelas. Kemampuan akademik perlu berjalan bersama kemampuan organisasi dan kepemimpinan agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.

BEM STIT Darul Hijrah Martapura diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk aktif, kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Harapan untuk Pengurus BEM Periode 2026–2027

Kepengurusan baru BEM STIT Darul Hijrah Martapura diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Setiap pengurus diharapkan mampu menjaga komitmen, membangun komunikasi yang sehat, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Semoga kepengurusan BEM Periode 2026–2027 mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Semoga BEM juga dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pihak kampus.

Lebih jauh, kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus serta masyarakat.

Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk menjalankan amanah selama satu periode ke depan. Setiap tanggung jawab yang diberikan diharapkan dapat dijalankan dengan integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan kepada seluruh Pengurus BEM STIT Darul Hijrah Martapura Periode 2026–2027 dalam menjalankan setiap tugas dan program kerja.

Semoga kepengurusan ini menjadi wadah lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan komitmen untuk memberikan manfaat.

Selamat kepada Pengurus BEM STIT Darul Hijrah Martapura Periode 2026–2027. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, solid dalam kebersamaan, dan konsisten menghadirkan kontribusi terbaik bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat.

Scroll to Top