Bangun Pembelajaran Berkualitas Melalui Penguatan Kompetensi Dosen
Martapura, Jumat (7/8/2026) – Membangun pembelajaran yang berkualitas tidak cukup hanya dengan memperbarui kurikulum. Karena itu, STIT Darul Hijrah Martapura juga terus memperkuat kompetensi dosen agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi pembelajaran.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penggunaan Platform Pembelajaran Digital yang mengangkat tema pembuatan video edukasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini bertujuan membekali dosen dengan keterampilan praktis dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian program peningkatan mutu akademik yang diselenggarakan selama tiga hari. Setelah sebelumnya membahas evaluasi kurikulum dan pembelajaran digital, sesi kali ini berfokus pada pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.
Belajar AI Lewat Praktik, Bukan Sekadar Teori
Pada sesi ini, STIT Darul Hijrah menghadirkan Ust. Ahmad Wardani, S.S. sebagai narasumber. Melalui materi “Dari Materi Ajar Menjadi Video Edukasi AI”, peserta diajak memahami langkah-langkah mengubah bahan ajar menjadi video pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi AI.
Workshop dirancang dengan pendekatan berbasis praktik. Peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar, tetapi juga langsung menghasilkan karya berupa video edukasi. Narasumber menekankan bahwa proses pembuatan media pembelajaran harus dimulai dari tujuan pembelajaran dan kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar memilih aplikasi AI.
Dosen Semakin Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Salah satu peserta, Ust. Sukkan Arya Putra, M.Pd., mengungkapkan bahwa workshop ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, materi yang disampaikan membuka wawasan baru tentang cara memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran.
“Kegiatan workshop hari ini sangat membuka wawasan, khususnya dalam mempelajari trik-trik praktis membuat video menggunakan AI. Bagi saya, momen ini menjadi pengingat bahwa sebagai seorang dosen, kita memang harus selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Saat ini kita dituntut untuk mendidik mahasiswa menggunakan media dan teknologi masa kini. Ternyata, mengikuti perkembangan teknologi itu tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan kita memiliki kemauan untuk belajar dan memahami keadaan.”
Beliau berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses perkuliahan sehingga pembelajaran di STIT Darul Hijrah menjadi lebih efektif, inovatif, dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul.
Video Edukasi Menjadi Inovasi Baru dalam Proses Pembelajaran
Hal senada disampaikan oleh Usth. Ratu Noor Khalidah, M.Pd. Menurutnya, pelajaran paling berharga dari workshop ini adalah kemampuan membuat video pembelajaran yang menarik dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa keterampilan tersebut sangat relevan bagi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Video edukasi dapat dimanfaatkan sebagai media belajar bagi mahasiswa, guru, maupun anak usia dini. Selain itu, penyampaian materi yang disertai praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan pembuatan video pembelajaran.
Usth. Ratu juga berharap STIT Darul Hijrah dapat terus menyelenggarakan workshop serupa secara berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan yang berorientasi pada praktik akan semakin meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan teknologi pendidikan.
Menuju Kampus Islam yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing
Melalui workshop ini, STIT Darul Hijrah Martapura menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik. Penguasaan teknologi digital dan AI diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa.
Ke depan, STIT Darul Hijrah diharapkan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, kampus tidak hanya mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan pendidik dan profesional yang adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.





