Hari Ketiga Workshop Hadirkan Pembahasan Strategis tentang BKD Berbasis Teknologi
Martapura, Sabtu, 8 Agustus 2026 – Rangkaian workshop yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Hijrah Martapura memasuki hari ketiga sekaligus menjadi penutup kegiatan. Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan penguatan tentang Beban Kerja Dosen (BKD) melalui pemanfaatan teknologi SISTER.
Kegiatan bertajuk Workshop Penilaian Berbasis Kinerja dan Teknologi (BKD Dosen) ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pelaporan BKD yang tertib, terukur, dan akuntabel.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu UIN Antasari Banjarmasin. Mereka adalah Bapak Muhammad Haris, M.Kn., Sekretaris LPM UIN Antasari Banjarmasin, dan Ibu Lisa Liana, M.Pd., Operator BKD SISTER LPM UIN Antasari Banjarmasin.
BKD SISTER Buka Perspektif Baru tentang Kinerja Dosen
Dalam pemaparannya, Muhammad Haris, M.Kn. membahas penggunaan SISTER dalam pengelolaan Beban Kerja Dosen. Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses administrasi dan pelaporan kinerja dosen secara lebih terstruktur.
Materi workshop juga menjelaskan bahwa pelaksanaan BKD memiliki landasan regulasi. Di antaranya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009, serta sejumlah regulasi terkait jabatan, profesi, karier, dan pengembangan dosen.
Dengan pemahaman tersebut, dosen diharapkan tidak melihat BKD hanya sebagai kewajiban administratif. BKD juga menjadi bagian dari proses pencatatan dan evaluasi pelaksanaan tugas dosen.
SISTER Dorong Pelaporan BKD Lebih Tertib dan Akurat
Salah satu bagian penting dalam materi adalah pengelolaan data pada SISTER. Dosen perlu memastikan data portofolio yang tersedia tetap mutakhir sebelum melakukan klaim kinerja.
Materi menegaskan beberapa tanggung jawab dosen. Pertama, mengecek data portofolio pada SISTER. Kedua, memperbarui data portofolio. Ketiga, melakukan klaim kinerja pada periode pelaporan BKD berdasarkan data portofolio yang telah diperbarui.
Proses tersebut menjadi penting karena kualitas pelaporan sangat bergantung pada ketepatan data. Oleh karena itu, ketelitian dosen dalam mengelola data menjadi bagian dari penguatan tata kelola akademik.
Pengelolaan BKD Membutuhkan Kolaborasi
Pelaporan BKD melalui SISTER tidak berdiri sendiri. Sistem tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Materi workshop mencantumkan Lembaga Penjaminan Mutu, Admin BKD SISTER, Admin Kepegawaian, pengelola data PDDIKTI, pengelola LP2M dan Admin SINTA, dosen sebagai asesi, asesor BKD, serta pimpinan institusi sebagai bagian dari ekosistem BKD.
Karena itu, keberhasilan pengelolaan BKD membutuhkan koordinasi. Setiap unsur perlu memahami perannya agar proses pelaporan, verifikasi, penilaian, dan evaluasi dapat berjalan dengan baik.
LPM Berperan dalam Menjaga Mutu Pelaporan
Dalam ekosistem BKD, Lembaga Penjaminan Mutu memiliki peran penting dalam koordinasi dan pengendalian mutu.
LPM bertugas mengoordinasikan audit dan pengendalian mutu pelaporan BKD melalui SISTER. Selain itu, LPM memberikan pendampingan teknis kepada dosen, memastikan kesesuaian pelaporan dengan standar mutu dan ketentuan yang berlaku, serta melakukan monitoring dan evaluasi.
Peran tersebut menunjukkan bahwa BKD tidak hanya berkaitan dengan pelaporan. Prosesnya juga terhubung dengan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
Membangun Budaya Akademik Berbasis Data
Workshop BKD SISTER memberikan dorongan bagi dosen untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih tertib dalam mengelola data kinerja.
Data yang diperbarui secara berkala dapat mendukung proses pelaporan. Pada saat yang sama, data tersebut dapat menjadi bagian dari informasi yang digunakan dalam monitoring dan evaluasi kinerja dosen.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi perlu berjalan bersama dengan budaya kerja yang disiplin. Teknologi menyediakan sistem. Dosen memastikan data dan aktivitas akademik tercatat secara tepat.
Harapan untuk Kemajuan STIT Darul Hijrah Martapura
Melalui workshop ini, STIT Darul Hijrah Martapura diharapkan terus memperkuat tata kelola akademik berbasis data dan teknologi.
Pemahaman tentang BKD SISTER diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan dalam pengelolaan kinerja dosen secara konsisten.
Ke depan, penguatan pelaporan BKD diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi. Dengan begitu, sistem administrasi dapat mendukung proses akademik yang lebih tertib, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Tiga Hari Workshop, Satu Komitmen untuk Mutu
Workshop BKD SISTER menjadi penutup rangkaian kegiatan selama tiga hari. Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk memperkuat pemahaman terhadap berbagai aspek pengembangan akademik dan pemanfaatan teknologi.
Hari terakhir memberikan penekanan pada pentingnya pengelolaan Beban Kerja Dosen secara sistematis. Pelaporan yang baik membutuhkan data yang akurat, proses yang tertib, serta koordinasi antara dosen, pengelola sistem, asesor, LPM, dan pimpinan institusi.
Dengan berakhirnya rangkaian workshop, komitmen peningkatan mutu diharapkan terus berlanjut. Setiap pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas akademik dan menjadi bagian dari langkah bersama menuju STIT Darul Hijrah Martapura yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas.







