Merawat Masa Kecil dengan Cinta, Menyiapkan Masa Depan dengan Keteladanan

Sebelum Dunia Mengajarkan, Keluarga Menanamkan Nilai dalam Webinar Nasional Parenting PIAUD

Martapura, 31 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Darul Hijrah Martapura menggelar Webinar Nasional Parenting. Kegiatan ini mengangkat tema “Keluarga sebagai Sekolah Pertama bagi Anak”. Webinar tersebut menghadirkan Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si., dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber.

Keluarga Menjadi Fondasi Pembentukan Karakter Anak

Dalam pemaparannya, Dr. Khamim membawakan materi “Meneladani 4 Sifat Wajib Nabi”. Ia menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan perlu mengembangkan hard skills dan soft skills secara seimbang. Hard skills berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan pada bidang tertentu. Sementara itu, soft skills mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir analitis, dan menyelesaikan masalah. Aspek ini juga meliputi kemandirian serta sikap menghargai keberagaman. Karena itu, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Menerapkan Metode Pendidikan Berlandaskan Nilai Al-Qur’an

Selanjutnya, narasumber menjelaskan metode pendidikan keluarga berdasarkan QS. An-Nahl ayat 125. Ayat tersebut mengajarkan tiga pendekatan, yaitu bil hikmah, mau’izhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan. Dalam konteks keluarga, bil hikmah berarti menyampaikan materi dan nilai secara jelas. Penyampaiannya juga harus bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Adapun mau’izhah hasanah mengajarkan orang tua untuk memberikan nasihat sesuai karakter anak. Pendekatan ini perlu mengutamakan kasih sayang, perhatian, dan kedekatan personal. Dengan demikian, orang tua dapat membangun komunikasi yang baik saat mendidik anak.

Mengenali Tantangan Orang Tua dalam Pengasuhan

Dalam sesi berikutnya, Dr. Khamim mengingatkan sejumlah kekeliruan yang kerap terjadi dalam pengasuhan. Salah satunya ialah kesibukan orang tua yang mengurangi waktu pendampingan anak. Selain itu, sebagian orang tua menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada sekolah. Ada pula sikap terlalu posesif, terlalu mengekang, atau memanjakan anak dengan fasilitas berlebihan. Namun, pemberian fasilitas tersebut sering kali tidak disertai pengawasan yang memadai. Orang tua juga perlu menghindari sikap kurang peduli terhadap kebutuhan penting anak. Oleh karena itu, keluarga perlu membangun sinergi yang baik dengan sekolah atau madrasah.

Memahami Perkembangan Anak Usia Dini

Narasumber juga menyoroti tiga hal penting yang perlu dipahami orang tua dalam mendidik anak usia dini. Pertama, orang tua perlu memahami tahapan perkembangan anak. Kedua, orang tua harus menguasai cara berkomunikasi secara efektif. Ketiga, orang tua perlu menerapkan disiplin positif dalam mendampingi anak. Ketiga aspek tersebut membantu orang tua menyesuaikan pola pengasuhan dengan kebutuhan anak. Dengan pemahaman ini, calon pendidik PAUD juga dapat menerapkan pendekatan yang lebih tepat.

Webinar Berlangsung Lancar dan Menghadirkan Wawasan Baru

Webinar Nasional Parenting berlangsung dengan lancar dan menarik. Narasumber menyampaikan materi secara sistematis dengan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga. Selain itu, pembahasan menghubungkan nilai Al-Qur’an dengan praktik pengasuhan anak usia dini. Perpaduan tersebut membuat materi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak.

Menguatkan Kolaborasi Keluarga dan Lembaga Pendidikan

Melalui kegiatan ini, Prodi PIAUD STIT Darul Hijrah berharap pemahaman peserta tentang parenting semakin berkembang. Selanjutnya, wawasan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun praktik pendidikan. Bagi calon pendidik PAUD, kegiatan ini memperkuat pemahaman tentang pentingnya keteladanan dan pendampingan. Selain itu, webinar ini mendorong hubungan yang lebih sinergis antara orang tua dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, keluarga dan sekolah dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

Pada akhirnya, pendidikan karakter membutuhkan keteladanan, perhatian, dan pendampingan sejak dini. STIT Darul Hijrah Martapura berharap kegiatan ini memberi kontribusi positif bagi pengembangan Pendidikan Islam. Terutama, dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini dan menyiapkan generasi yang berkarakter Islami.

Scroll to Top